link:
http://www.dkj.or.id/?opt=pages&cidsub=12&pages_id=248&submenu=agenda
GONDANG NAPOSO
Sabtu, 26 Januari 2008
Jam 18.00 - selesai
Tempat: Lapangan Baseball,Gelanggang Remaja Rawamangun, Jakarta Timur
Banyaknya tradisi-tradisi budaya batak toba yang sudah jarang dilakukan, salah satu budaya itu adalah tradisi Gondang Naposo. Dulu, Gondang Naposo adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh para pemuda-pemudi Batak Toba, karena dalam acara ini, mereka dapat berkenalan dengan para pemuda pemudi dari kampong-kampung yang lain. Bahkan di acara Gondang Naposo inilah mereka menemukan pasangannya.
Acara Gondang Naposo ini dilakukan pada saat-saat seperti apabila seorang pemuda/I yang akan melepas masa lajang, sebagai ucapan syukur atas suatu kampong menghasilkan panen yang baik, dan apabila saat terang bulan.
Dalam acara Gondang Naposo ini mereka melakukan kegiatan Menari (Manortor); Martumba, Berbalas Pantun (Umpama), Bernyanyi (Marende), Bermain Musik (Gondang Hasapi), Drama Mini (Opera), dan lain-lain. Kesempatan inilah yang digunakan oleh pemuda-pemudi untuk mempertunjukkan kebolehannya, sehingga menarik perhatian pemuda-pemudi lainnya.
Sebagai salah satu upaya melestarikan budaya Batak Toba, Dewan Kesenian Jakarta mengadakan Seri Pertunjukan Musik Tradisi “Gondang Naposo” pada awal tahun 2008, tepatnya pada Sabtu, 26 Januari 2008, pukul 18.00, di Gelanggang Olahraga Remaja Rawamangun, Jakarta Timur. Dalam acara ini, masyarakat Jakarta tidak hanya mengenal dan “mengingat” kembali bagaimana meriahnya Gondang Naposo, tapi juga belajar bagaimana cara Menari (Manortor), Martumba, Meminta Gondang, Berbalas Pantun, Menganal alat musik tradisi Gondang Sabangunan, Gondang Hasapi; dan memperkenalkan cerita rakyat. Dari sini, diharapkan akan tumbuh rasa cinta dan kebanggaan terhadap tradisi, dan kecintaan akan Bona Pasogit (Kampung Halaman).